MUHAMAD WAKHID'S BLOG

Rabu, 11 Juli 2012

Studi: Duduk Lama Perpendek Usia

VIVAnews - Apa yang Anda lakukan saat libur? Duduk bermalas-malasan di depan TV? Sebuah studi di Amerika mengatakan, manusia dapat hidup lebih lama saat mereka bisa mengurangi waktu yang dihabiskan dengan hanya duduk.

Mengurangi waktu duduk kurang lebih tiga jam perhari akan dapat meningkatkan harapan hidup dua tahun lebih lama. Studi ini semakin memperkuat bukti jika duduk adalah hal yang mematikan. “Duduk sama halnya dengan merokok dan obesitas,” kata Peter Katzmarzyk, dari Pennington Biomedical Research Center, Baton Rouge.

Menurutnya, budaya duduk sangat berkontribusi pada 173.000 kasus kanker setiap tahunnya. Orang dewasa di Amerika telah melakukan pergeseran budaya duduk lama, dengan memangkas waktu duduknya menjadi  maksimal lima jam di tempat kerja. Mereka menyesuaikan waktu duduk dan berdiri, serta mengurangi waktu menonton TV.
 
Analisa ini didapatkan dari lima penelitian yang melibatkan 167.000 orang dewasa untuk melihat keterkaitan resiko duduk dan kematian. Penelitian dilakukan pada tahun 2005 hingga 2006, dan 2009 hingga 2010.

Sekitar 27 persen kematian dikaitkan dengan duduk, dan 19 persen dengan menonton TV. Duduk terlalu lama sangat beresiko pada gangguan cardiovascular, kegemukan, diabetes, dan depresi, serta berbagai penyakit lainnya.

Seperti dituliskan The American Journal of Epidemiology, duduk diam juga meningkatkan resiko kanker kolon. Dan parahnya, kerusakan fisik yang diakibatkan karena duduk tidak dapat diperbaiki dengan latihan fisik atau olahraga.

“Selain memperhatikan aktivitas fisik, kita juga harus memperhatikan perilaku menetap atau berdiam diri,” kata Mark Tremblay, direktur penelitian di Children’s Hospital of Eastern Ontario Research Institute.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar